SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SALATIGA                                         HIJAU BUMIKU BIRU LANGITKU

Kontak, Pengelolaan Lingkungan Hidup, Sosialisasi

DENGAN INOVASI DAN PRODUKTIVITAS, KAMPUNG IKLIM RW.04 TEGALREJO TEBARKAN HAL POSITIF HADAPI CORONA

Kampung Iklim RW 04 Tegalrejo sebagai salah satu Kampung Iklim di Kota Salatiga selain melakukan upaya Adaptasi dan Mitigasi terhadap dampak perubahan iklim juga melakukan gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).  Warga Kampung Iklim RW 4 Tegarejo secara sadar telah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diwujudkan dalam berbagai upaya antara lain menjaga kebersihan lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk, setiap rumah memiliki tempat cuci tangan pakai sabun di halaman depan rumah serta membiasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas.

Di tengah maraknya wabah pandemi virus COVID-19, Kampung Iklim RW 04 Tegalrejo berinisiatif membuat hand sanitizer secara mandiri serta melakukan penyemprotan desinfektan secara menyeluruh di lingkungan RT 03/RW 04 Tegalrejo.  Hand Sanitizer tersebut dibuat oleh Karang Taruna RW 4 Tegalrejo, dengan memanfaatkan hasil kebun lidah buaya (aloe vera) yang ditanam warga. Lidah buaya tersebut dibuat gel kemudian dicampur alkohol dan pewangi untuk menghasilkan larutan yang homogen. Demi mendukung program pencegahan COVID-19, hand sanitizer tersebut dibagikan kepada setiap Kepala Keluarga di RW 4 Tegalrejo. Tidak hanya hand sanitizer, Kampung Iklim ini juga telah memproduksi masker kain dari bahan kain perca yang diolah sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil masker kain yang aman dan nyaman dipakai.

__ . __

__ . __

Selain menghasilkan produk inovasi, di wilayah Kampung Iklim RW.04 Tegalrejo juga melaksanakan sosialisasi, dengan tetap mematuhi aturan social distancing. Warga diberikan pemahaman terkait beberapa istilah yang sering ditemui ditengah pandemik ini. Hal tersebut semata dilakukan supaya masyarakat memiliki gambaran terkini mengenai apa yang sedang terjadi, dan bagaimana respon positif yang seharusnya dimiliki masyararakat. Ada pun istilah-istilah tersebut dijabarkan dalam Bahasa Jawa agar lebih membumi atau mudah dipahami:

  1. Orang Dalam Pantauan (ODP): tegese durung lara, nanging bar plesiran, piknik, utawa tamasya ning daerah sing kena corona (COVID-19).
  2. Pasien Dalam Pengawasan (PDP): lagi pilek kadhang watuk, mriang mulane dipantau utawa diawasi.
  3. Suspect:  larane wis rada parah kaya watuk pilek sesek awake panas sing rada tenanan.
  4. Positif Corona: uwong kang uwis dites lan diprisakna marang dokter lan uwis positif kena tenan.
  5. Lock Down:  ora entuk melebu metu ning daerah utawa wilayah liyane.
  6. Social Distancing: aja kluyuran utawa lungan kayata ning mall lan pasar nek ora perlu banget, aja kumpul-kumpul pokoke ning omah wae.
  7. Isolasi: sing lara diobatke lan dikurung ben ora nulari liyane.
  8. Karantina: dinggo sing sehat pokoke anteng ning omah wae ora usah kluyuran.
  9. Work From Home (WFH): kerjane ning omah ora ning kantor.
  10. Imported Case: ketularan gara-gara bar plesiran ning luar negeri utawa daerah sing kena corona (COVID-19).
  11. Local Transmission: ketularan karo tanggane dewe sing sedaerah.
  12. Epidemi: penyakite nyebare cepet lan gampang nular.
  13. Pandemi: penyakite wis kelas dunia ora mung Indonesia thok nanging wong luar negeri uga kena.

Sing tatag, waspada, aja melang-melang

__ . __

Redaksi: MerryYP & Kampung Iklim RW.04 Tegalrejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *