SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SALATIGA                                         HIJAU BUMIKU BIRU LANGITKU

Kebersihan dan Persampahan, Kontak, Sosialisasi

Sosialisasi Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen

Permasalahan sampah merupakan salah satu permasalahan yang serius di seluruh dunia pada umumnya dan di Kota Salatiga pada khususnya. Produksi sampah yang terus menerus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat. Selain meningkatkan jumlah timbulan sampah juga keberagaman jenis dan karakteristik sampah. Dari data yang dimiliki DLH, jumlah sampah yang masuk TPA sejumlah 30.550 ton, dan baru sekitar 17% potensi sampah yang dapat dikurangi oleh bank sampah dan masyarakat dengan kegiatan pemilahan.

Mengingat pentingnya peran produsen sebagai bagian dari stake holder pengelolaan sampah, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerbitkan Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen yang tertuang dalam Peraturan Menteri LHK No. P.75/MenLHK/Setjen/Kum.1/10/2019. Garis besar tujuan dari peraturan tersebut adalah mendorong produsen  untuk mengurangi sampah dengan capaian target 30% dibandingkan prediksi timbulan sampah tahun 2029.

Pada hari Senin, 19 Oktober 2020 di Aula Taman Kota Salatiga, Bendosari, dilaksanakan sosialisasi terbatas terkait Peta Jalan Pengurangan Sampah Oleh Produsen, sesuai dengan Permen LHK Nomor P.75/MenLHK/Setjen/Kum.1/10/2019. Kegiatan ini meskipun tidak diikuti oleh seluruh stakeholder mengingat kondisi Pandemi Covid-19, namun diharapkan peserta yang dihadirkan dapat mewakili dan nantinya ikut mensosialisasikan kegiatan ini, terutama tentang Pengurangan Sampah Plastik (PSP). Agung Tri Harnadi, SP selaku nara sumber memberikan penjelasan-penjelasan terkait dikeluarkannya Peraturan ini, dan pelaksanaan secara nyata sebagai bagian dari aksi tindak lanjut.

Berdasarkan Peraturan Menteri tersebut, peta jalan pengurangan sampah oleh produsen ini menerapkan konsep bertahap (phasing down), yaitu dengan membatasi timbulan, mendaur ulang, guna ulang, serta memanfaatkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin lama dapat mengurangi pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari. Jenis sampah yang diatur dalam peraturan ini adalah sampah produk/ wadah/ kemasan sejenis plastik, alumunium, kertas, dan kaca, dari jenis produsen manufaktur, ritel, serta jasa makanan dan minuman.

Diharapkan nantinya terbentuk jejaring antara pemerintah, produsen/ pelaku usaha, dan masyarakat agar dapat berkomunikasi aktif terkait upaya pengelolaan sampah di Kota Salatiga, karena persoalan sampah pada sebuah wilayah dapat dikelola dengan baik dan terukur apabila ada keterlibatan bersama antara stakeholder tersebut.

@dminWeb DLH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *