Tindak Lanjut Penanganan Limbah B3 infeksius dan rumah tangga terkait Covid-19

Pemerintah telah menetapkan kondisi pandemik Covid-19 dan ditangani secara sistematis menurut ketentuan dan pedoman pemerintah.

Menurut Siti Nurbaya, Menteri KLHK, dalam penanganan Covid-19 diperlukan berbagai sarana kesehatan seperti APD (Alat Pelindung Diri), alat dan sampel laboratorium, yang setelah digunakan merupakan Limbah B3 berupa limbah infeksius (A337-1), sehingga perlu dikelola sebagai Limbah B3 sekaligus untuk mengendalikan, mencegah dan memutus penularan Covid-19 serta menghindari terjadinya penumpukan limbah yang ditimbulkan dari penanganan Covid-19.

Setelah dilaksanakan koordinasi antara Dinas Lingkungan Hidup bersama dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dan OPD terkait pada tanggal 26 Maret 2020 terkait penanganan limbah medis penanganan Covid-19 di Kota Salatiga, pada hari ini akhirnya dilaksanakan mobilisasi drop box limbah B3 Covid-19.

Drop box tersebut dapat digunakan sesuai dengan fungsinya, dengan mengacu pada Surat Edaran Walikota Salatiga Nomor 443.1/151/406 tentang Penanganan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Terkait Pandemi Corona Virus Desease (Covid-19)

Drop box tersebut nantinya digunakan untuk tempat penyimpanan sementara limbah infeksius yang berasal dari:

  • Penanganan Covid-19 pada Fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Limbah medis ODP yang berasal dari rumah tangga berupa limbah APD antara lain berupa masker, sarung tangan dan baju pelindung diri. Selanjutnya, harus dikemas tersendiri dengan menggunakan wadah tertutup.

 

Mobilisasi dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Walikota Salatiga Nomor 443.2/340/2020 tentang Lokasi Titik Pengumpulan Sementara Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga Dalam Rangka Pencegahan dan Penanganan Pandemi CoronaVirus Desease 2019 (COVID-19) di Kota Salatiga,  ditetapkan lokasi-lokasi berikut untuk menempatkan drop box limbah Covid-19

Dengan adanya drop box yang tersedia di beberapa tempat fasilitas pelayanan publik, Kepala DLH Kota Salatiga, Drs.Prasetiyo Ichtiarto, M.Si berharap masyarakat dapat membawa langsung limbah penanganan Covid-19 yang dimiliki, dan dimasukkan dalam drop box yang disediakan.

Dalam pemusnahannya, DLH akan bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai perusahaan yang memiliki izin untuk mengangkut dan memusnahkan limbah B3 tersebut.

Sebagai langkah mengurangi timbulan sampah masker, kepada masyarakat yang sehat dihimbau untuk menggunakan masker guna ulang yang dapat dicuci setiap hari, dan apabila dibuang diharuskan dengan merobek, memotong atau menggunting masker tersebut dan dikemas rapi dalam wadah sebelum dibuang ke tempat sampah untuk menghindari penyalahgunaan.

@dmin web DLH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *